Kabar mengecewakan bagi calon pembeli mobil hybrid! Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberi sinyal tidak ada insentif pajak tambahan untuk kendaraan hybrid. Alasannya, penjualan hybrid dinilai stabil dan cenderung meningkat.
Pernyataan Kunci:
- Insentif hybrid dinilai sudah full karena produksinya sudah nasional
- Pemerintah fokus ke 500 ribu motor listrik + 500 ribu mobil listrik (total 1 juta unit)
- BEV mendapat pembebasan 100% PPnBM dan PPN
- Insentif 40% untuk mobil listrik tertentu masih disiapkan
"Sekarang hybrid penjualannya naik karena dengan infrastruktur terbatas, teknologi ini jadi solusi bagi masyarakat sebelum masuk ke BEV (battery electric vehicle)," ujar Airlangga di GIIAS 2026, Senin (10/8/2026). Sementara Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum membahas pemberian insentif untuk kendaraan hibrida.
Target stimulus EV kali ini jauh lebih besar dari yang diumumkan pada Mei lalu. Besaran insentif masih dihitung dan akan diumumkan setelah semuanya siap.